Author Archive for inimelgue



15
Jul

Suka chatting ya…??? nih baca

Komunikasi Maya

Saat kita berkenalan. Kita berada dalam sebuah ruang virtual, suatu ruang dimana semua komunikasi dan transkomunikasi makna dan nilai menjadi sedemikian sangat cair. Sangat mudah, sangat dekat, sekaligus sangat rapuh. Kondisi ini seringkali kita menyebutnya sebagai maya.

Sebuah wahana yang sangat random, penuh dengan ketersaling terbukaan semu, penuh dengan nilai dan kondisi yang juga sama semunya. Sebab yang ada memang realitas virtual itu sendiri dimana. Realitas yang hadir tidak memerlukan sebuah indera yang sejati. Ini dunia maya man…..

Ruang pertukaran identitas bukan lagi disekolah, di rumah, lingkungan, di mall, di tempat ngeceng dan gaul, di alun-alun, direstoran atau dibus

kota

sekalipun misalnya dan sebagainya. Melainkan juga ruang pertukaran identitas telah sangat berkembang dengan mengiringi laju perkembangan dunia teknologi komunikasi dan telekomunikasi. Dunia internet mambuka ruang pertukaran identitas yang sangat terbuka. Sangat tranparan, sangat digital. Ruang yang tercipta menjadi ruang hipersimbolik, hipertransparan, hiperealitas, hiperidentity, hiperkreasi, hiperimajinasi dan sebagainya.

Beauty_Angel. Adalah sebuah kode dari sebuah identitas maya. Sebuah ruang yang lagi-lagi bisa menjadi benar dalam definisi realitas kesemu-an-nya belaka. Bahkan menjadi hiperealitas, dimana dan juga karena pertemuan ruang privasi bukan hanya menjadi milik dua orang yang saling berkomunikasi, melainkan, ruang yang sangat terbuka bagi miliaran individu bertemu secara random dengan kode-kode virtual, dimana identitas dibuat bukan saja sebagai alat penggambaran diri, melainkan juga identitas terkadang dibuat sebagai alat pengkaburan diri. Identitas menjadi sebuah alat transkomunikasi dalam hiperealitas menjadikan identitas tesebut sebuah petualangan mengeksplorasi.

Identitas dunia kita. Dunia realitas. Dimana seorang Venny adalah seorang manusia dengan bentuk manusianya, jika kita masuk kedunia maya. Maka bentuk identitas bukan lagi bentuk venny seorang manusia melainkan bentuk venny sebagai sebuah nama. Apalah arti sebuah nama kata Shakespeare. Namun kata-kata sastra ini justru sebenarnya mengandung pengertian bahwa sebuah nama menjadi sebuah identitas yang maha penting untuk menggambarkan sebuah sosok, sesosok placenta yang bernama manusia. Dalam dunia maya, sesosok placenta tadi berubah demikian cepat menjadi sesosok image.

Sekarang kita berada dalam tataran image. Dimana seorang dadan, mungkin akan dibuat, dibangun sedemikian tampan, rupawan, atletis, menyenangkan, cerdas, baik, dan sebagainya. Adalah bentuk dari bangunan image. Bangunan yang memang dibangun dengan sebuah tujuan yang memberikan kesan affirmatif atau bahkan akumulatif.

Bahkan seorang laki-laki setengah baya (berumur 48th. misalnya) membangun sebuah image bahwa dia masih berumur 24 tahun dengan hanya memberikan sebuah identitas maya. cogan_cari_ce. Ini bukan sekedar untuk merepresentasikan simbolisasi makna pencarian, melainkan simbolisasi ketampanan dan kemudaan yang teramat dibuat-buat.

Siapa yang bisa mengira jeaniffer22 adalah seorang banci yang sudah berganti kelamin, atau lisa_cute ternyata seorang cowok yang sedang mencari mangsa untuk sekedar iseng, atau Jandamudamanis adalah seorang PTS (pria tuna susila=gigolo)hehehehehe. Mungkin reaksi sesaat kita akan terpingkal mendengarnya. Tapi ini ada, dan sebagai sebuah realitas. Media internet membentuk realitas atas realitasnyanya sendiri. Dan itu yang kita namakan hipereality.

Sudah jamak, bahwa dalam pergaulan dunia cyber, tidak memakai nama aslinya, bahkan didalam berbagai mailing list yang bertopik seriuspun, kita masih bisa mendapati banyak orang menggunakan nickname ketimbang nama aslinya. Nickname bukan semata-mata nama pengganti bukan? Sadar atau tidak, ada banyak pertimbangan ketika seseorang memilih nickname. Dan apapun pertimbangan dibelakang pemilihan sebuah nickname muaranya adalah pencitraan diri.

Nickname-nickname itu juga menyebarkan pesan , “Temukanlah Aku”. Berbarengan dengan itu, dalam sebuah chat room, nickname juga sekaligus mempunyai prefesensi tertentu mengenai topik dan lawan bicara yang ia kehendaki. Dalam dunia cyber berbagai kepentingan menjadi santapan mulai dari kepentingan sosiologis, ekonomis, atau bahakan biologis (kasarnya). Dapat kita jumpai disini.

dadan2004

15
Jul

Suatu Malam di Nagoya..(nun di Batam sana)

Aku sendiri, tak tahu ingin menuju kemana, Kaki ini hanya melangkah di pinggiran trotoar Sementara geliat, pikir ku mengembara Sementara lalu lintas terus juga di sesaki mobil-mobil mewah yang bergelimpangan Di negeri ku yang miskin dan papah serta penuh kepalsuan ini Mungkin mereka memang hanya menjual; kepalsuan Kekayaan palsu Kemewahan palsu Glamorpun palsu Suatu malam di Nagoya Tapi kapan juga kepalsuan itu bisa kunaiki Bukan. Jelas bukan untuk selimuti ku Melainkan sekedar kutunggangi Sebab untukku Semua ini hanya sebuah kendara Tidak ada kendala bagiku untuk sewaktu-waktu melepasnya Jelas tidak Saat itu hanya ada satu mimpi Suatu mimpi di Nagoya Pada suatu malam Dan aku terbangun Dengan segala kendara yang membuatku leluasa Dengan kekuasaan Meski ku bukan untuk menekan, melainkan untuk membebaskan Membebaskan diriku Dan saudara-saudara ku yang terkekang akan keterbatasan, kekurang merdekaan mereka Pada sekedar materi Suatu hari dipuncak menara Sebuah Penth House. Dan angin yang dingin menerpa Mungkin semenjak menanjak. Jelas kurasakan berbagai hal menjadi dingin. Dingin yang kejam. Tidak ada kompromi. Karena begitu akan banyaknya pengorbanan. Mungkin sedikitnya kehangatan hanya sekedar untuk sesekali. Sisanya lagi-lagi memang hanya kepalsuan. Suatu malam di Nagoya Hidup adalah suatu pilihan Dan pilihan-pilihan itu akan terus tetemukan disetiap kelokan-kelokan. Dan kelokan-kelokan akan membuat kita terus waspada bila tak ingin tergelincir Mungkin terkadang memang harus membiarkan tergelincir Itupun hanya untuk membuat kita tetap memiliki, apa yang ada saat ini. Dan juga mengurangi perlawanan, dan sekedar mengiba rasa simpati yang lainnya. Suatu hari bangun dari Nagoya–dream (Mimpi). Mungkin memang hanya kata-kata itu yang akan terus kutemukan. Tapi hari ini akau pasti dan yakin benar Aku akan pulang Kerumah kumembawa sekedarnya kehangatan jiwa dan optimisme untuk ku bagi dan tak lupa KUBAGIKAN BAGI keluargaku dan segenap makhluk tercinta di planet ini. Sebagaimana juga cinta, kebencian juga merupakan anugrah, terutama kebencian terhadap rasa kebencian itu sendiri. Gibrandream

13
Jul

Kematian Tuhan (jadi inget tulisan ini buat temen gw jauh disana)

Kematian Tuhan “……Pada mulanya, manusia hanya menciptakan satu Tuhan yang merupakan Penyebab Pertama bagi segala sesuatu dan Penguasa Langit dan Bumi. Dia tidak terwakili oleh gambaran apapun dan tidak memiliki kuil atau pendeta yang mengabdi kepadaNya. Dia terlalu luhur bagi ibadah manusia yang tidak memadai. Perlahan ia memudar dari kesadaran umatnya. Dia telah menjadi begitu jauh. Sehingga mereka memutuskan bahwa mereka tidak lagi menginginkannya. Pada akhirnya dia dikatakan telah menghilang…” Begitulah kira-kira apa yang dikemukakan oleh Wilhelm Schmidt dalam The Origin of The Idea of God. Ia menyatakan bahwa telah ada suatu agama monoteis primitif. Sebelum manusia mulai menyembah banyak dewa. Pada awalnya mereka hanya mengakui satu Tuhan Tertinggi, yang telah menciptakan dunia dan menata urusan manusia dari kejauhan. Dan sejarah memang selalu terulang. Seperti sebuah episode yang selalu berulang dan berulang. Hal tersebut merupakan kontraksi sejarah manusia dengan sejarah itu sendiri. Begitu juga dengan kehidupan aktual kita, kita banyak sekali jumpai manusia hidup dengan berbagai ragam keyakinan. Juga dengan berbagai macam Tuhan ataupun Dewa. Pada awalnya tidak ada kultus khusus untuk-Nya dan Dia tidak pernah tampil dalam penggambaran apapun. Karena Dia memang teramat luhur bagi akal dan budi manusia yang teramat terbatas. Dalam sebuah diskusi dengan banyak kalangan, sebuah pro-testimoni kadang terlempar. Dengan nada yang sama yang juga dikemukakan oleh Schmidt, Kita diciptakan oleh Tuhan atau Tuhan diciptakan oleh kita. ? Satu-satunya metode deduktif tentang ini adalah Sosio-sejarah. Meski demikian sejarah memang lebih membiarkan kecenderungan, bahwa manusialah yang menciptakan Tuhan dan bukan sebaliknya. Hal ini sekaligus peluang untuk dapat berkorespondensi dengan jalannya alur kebenaran yang di sajikan justru oleh sejarah sendiri. Karena sejarah bersifat skeptif, seperti halnya juga kebenaran eksak. Ia akan terus berpeluang untuk teruji. Orang yang tidak mempelajari sejarah akan di kibuli dongeng. Sebuah kata-kata bijak ini dipahat disebuah gereja di Philipina. Tuhan yang satu, tak terjangkau oleh pikiran manusia, namun dia dipersepsi secara berbeda-beda oleh berbagai kelompok manusia sepanjang sejarah. Bahkan setiap generasi hampir secara bersamaan menciptakan citra Tuhannya yang sendiri. Bagaimana mungkin makna ini jadi sedemikian paradoks. Disatu sisi Tuhan adalah satu, namun disisi lain setiap zaman nyatanya dalam sejarah menciptakan Tuhannya sendiri. Apakah mungkin Tuhan adalah suatu oknum. Tentu mengerdilkan arti esensinya. Tapi ini nyata, dan jelas-jelas faktuil. Dalam sejarah kita jumpai hal ini sebagai kenyataan yang tidak bisa kita bantah. Lalu apakah mungkin, Tuhan yang ada saat ini kelak masih akan mengalami perubahan. Jawabannya …..justru sangat pasti. Tuhan mungkin tidak berubah, namun manusialah yang berubah. Persepsi manusialah peluang akan perubahan itu. Kita mungkin ingin mendekatkan Tuhan untuk menjadi sekedar teman tidur, yang menentramkan pada saat yang bersamaan kita juga memohon dia memberikan keajaiban-keajaiban, yang mampu menebalkan keimanan. Sementara itu kita lupa bahwa Tuhan yang sama juga, Tuhan yang menciptakan alam semesta. Yang memberi hukum-hukum atas kekekalan energi. Dan berjalannya semua pusat-pusat alam semesta. Lalu kita mulai memberi tekanan bawa Tuhan Subyektif lah yang benar dengan memberi gagasan akan kebenaran obyektifnya seputar keajaiban, dan Pro-survivorisme terhadap kehidupan kita. (soteriologi) Kita mungkin membayangkan betapa benarnya Tuhan yang kita sembah, lantaran ia memang memberikan keajaiban yang kita mohonkan. Sementara itu Tuhan yang sama juga memberikan kehidupan, dan jawaban-jawaban pada mereka yang justru tidak mempercayainya atau tidak sama dengan gambaran Tuhan yang “benar” yang kita sembah itu. Dan atau sama sekali tidak beragama Robinson Crusoe, merupakan sebuah epic, yang secara tidak sadar mewarnai teologi saat abad 15-18. Cerita ketika dia terdampar di perairan Polynesia. Dan mendapati teman seorang Negro. Yang dalam anggapannya Tuhan si Negro adalaha Setan. Tentu yang dia maksud “Setan” karena temannya berkulit hitam. Berwajah sangar. Dan bertuhan Buaya. Sedangkan Robinson Crusoe, menggambarkan Tuhannya persis seperti dirinya. Berkulit putih dan tentu saja rupawan. Ketika Temannya mengatakan yang disembahnya adalah yang Maha Kuat, maha tidak tertandingi, maha ada, maha tersembunyi dan menunjuk simbolisasinya adalah Buaya. Maka praktis lengkap sudah gambaran Setan itu. Hal ini sebuah gambaran subyektif terhadap kebenaran. Hanya saja kita mungkin luput bahwa, penggambaran citra Tuhan, mungkin berbeda dalam setiap keyakinan. Tetapi bahwa Tuhan sebagai Pencipta alam semesta, tak pernah diragukan lagi, dan hampir semua kepercayaan secara bersamaan menyatakannya. Kita dan semua hidup dalam sebuah botol yang sama. Dalam alam semesta yang sama. Apakah mungkin kita sang pembuat botol itu sendiri oknum yang berbeda. Jika si Lisa, Dian, Nita, Maureen. Lia, Dani Berbeda agama. Sudah tentu Tuhan. Yang disembahnya berbeda???. Sebagaimana Robinson Crusoe mempersepsikan bahwa yang disembah kawannya yang berkulit hitam adalah setan. Karena jauh dari gambaran fisik Tuhan orang Barat. Jika demikian pemikiran Crusoe bukan hanya mengandung kebencian rasial, melainkan Gambaran Tuhan yang maha Tidak adil. Karena hanya berkulit tertentu sehingga hanya mewakili satu gambaran. Sedangkan Tuhan Pasti Maha Wujud. Segala gambaran. Itulah dia. Pada beberapa dekade belakangan, bahkan terjadi diskursus yang sangat panas. Bahwa Karena Tuhan telah terlanjur secara khusus dikenal sebagai berjenis kelamin “laki-laki” meski dalam bahasa inggris kaum monoteis lazim menunjuk kata ganti-Nya dengan sebutan “he”. Hal ini tentu memberikan sebuah ketidakadilan gender. Dan secara terlanjur gramatikal bahasa Inggris memang membedakan gender sebagai kata ganti orang. Kaum feminis dengan sangat sadar menaruh keberatan terhadap hal ini, persoalan ini membawa Tuhan pada titik yang sangat sulit untuk dicerna. Sehingga jelas memberikan problem yang sangat serius terutama Penggunaan kata maskulin ini sebagai kata ganti Tuhan menjadi persoalan dalam bahasa bergender. Dan banyak pula kaum feminis yang secara agresif merubah kata ganti he menjadi she. Akan tetapi, dalam bahasa Yahudi, Arab, dan Prancis, gender gramatikal memberikan nada dan dialektika seksual terhadap diskursus teologis. Yang justru dapat memberikan keseimbangan yang sering tidak ada dalam bahasa Inggris. Misalnya kata Arab Allah (nama tertinggi dari Tuhan) adalah maskulin secara gramatikal, tetapi kata esensi Tuhan. Yang Maha Pengasih dan Penyayang—Ar Rahman Ar Rohim. Adalah feminim. Dalam bible sendiri kata Allah dipakai. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan bahasa ketika masa dan tempat Yesus hidup. Yakni bahasa Aramin.(Arab Kuno) sehingga, tentu dalam masa awalnya Penggambaran tentang Tuhan tidak mengalami polarisasi. Namun ketika pengalihan bahasa. Dengan tanpa memperhatikan bahasa aslinya. Mungkin menjadi jalan menuju polarisasi gramatikal yang pada gilirannya mendorong distorsi makna. Bible sendiri ditulis pertama kali dalam bahasa Yunani. 350 tahun setelah Yesus. Dan sayangnya rasul Paulus tidak memberikan salinan yang berbahasa Aramin. Tentu terjadi suatu rentang waktu yang panjang dan mengalami fase-fase polarisasi gramatikal. Untuk kurun waktu yang lama dan jauh dari apa yang sepatutnya ditangkap dalam awal-awal ajarannya, mungkin distorsi makna memang terkadang tidak terhindarkan. Ini mungkin jalan menuju kematian Tuhan. Justru ketika kita dengan mudah mengambil Tuhan sebagai alat kita mencapai kebenaran subyektif dan asosiatif. Tentu mengandung benih caufinisme. Terkadang cara pandang ini lebih memberikan kebutaan ketimbang pencerahan. Menjadi fundamentalis mungkin menjadi orang yang tenang dan damai, meski dibalik itu, sosok kebenaran akan sangat punitif dan orthodoks. Jika kita jujur tentu saja akan sangat banyak contoh aktual mengenai konlik yang dilandasi atas perbedaan keyakinan, agama, sekte, aliran dan sejenisnya. Perang misalnya. Mungkin menjadi situs paling aktual bagi penjelasan mengapa sosok kebenaran menjadi demikian rawan. Bahwa Perang sadar-ataupun tidak sadar. Disengaja maupun tidak. Jelas masih memiliki kaitannya dengan agama. Karena jika kita bicara jujur. Mungkin jangan-jangan kita memang masih mempersoalkan kebenaran atas kesadaran subyektif. Persis seperti gambaran Crusoe bahwa yang bukan gambaran Tuhan seperti dirinya adalah Gambaran kontra tehadap Tuhan. Mungkin Setan. Irlandia dan Inggris misalnya, sebagai pertarungan Katolik dan Protestan, atau Israel dan Palestina, sebagai wujud Jihad kaum muslim dan semangat zionisme Israel. Sebagai sebuah gagasan yang berakar pada keyakinan bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang terpilih oleh Tuhan. (lihat bible). Dan inilah kematian Tuhan itu. Agama sebagai sumber keselamatan dan pengemban arah kedamaian justru menjadi alas konflik yang justru jauh lebih berakibat menyengsarakan. Yang pada gilirannya tentu menyengsarakan citra tentang Tuhan. Sehingga orang justru menjadi sangat tidak ber Tuhan untuk sekedar menghilangkan kegelisahan akan kesengsaraan yang ditimbulkan manakala orang beragama justru mempercayai Tuhan.

Lelaki kecil dalam Kurun masa berlalu………….. Dadan

13
Jul

pasangan sempurna

Ini kisah perjumpaaan dua orang sehabat yang sudah puluhan tahun berpisah. Mereka kangen2an, ngobrol santai sambil minum kopi di sebuah cafe.Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal2 nostalgia zaman sekolah dulu, namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini. "Ngomong2, mengapa sampai sekarang kamu belum menikah?" ujar seorang kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang. "Sejujurnya sampai saat ini saya masih terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya saya masih melajang. Dulu waktu saya di Bandung, saya berjumpa dengan wanita yang cantik yang amat pintar. Saya pikir inilah wanita ideal saya dan cocok menjadi istri saya. Namun belakangan di masa pacaran ketahuan dia amat sombong. Hubungan kami putus sampai disitu. Di Yogyakarta saya ketemu seorang perempuan yang cantik jelita,ramah dan dermawan. Pada perjumpaan pertama aku kasmaran. Hatiku berdesir kencang, inilah wanita idealku. Namun belakangan saya ketahui,ia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab. Dan ketika aku di Jakarta, aku ketemu wanita yang manis, baik,periang dan pintar. Dia sangat menyenangkan apalagi bila diajak berbicara,selalu nyambung dan penuh humor. Tapi terakhir aku ketahui kalau dia dari keluarga yang berantakan dan selalu menuntut. Akhirnya kami berpisah. Saya terus mencari, namun selalu mendapatkan kekurangan dan kelemahan pada wanita yang saya taksir. Sampai pada suatu hari, saya bersua dengan wanita ideal yang saya dambakan selama ini. Ia begitu cantik,pintar, baik hati, dermawan dan penuh humor. Dia juga sangat perhatian dan sayang kepada orang lain. Saya pikir inilah pendamping hidup saya yang dikirim oleh Tuhan untuk saya". "Lantas", sergah temannya yang dari tadi tekun mendengarkan "Apa yang terjadi? Mengapa kamu tidak langsung meminangnya?". Yang ditanya diam sejenak dan akhirnya dengan suara lirih si bujangan itu menjawab, "Baru belakangan aku ketahui bahwa ia juga sedang mencari pria yang sempurna".

08
Jul

Teori buah apel dan putaran roda

10tahun yg lalu tatkala kita masih berawal disebuah perguruan tinggi negeri terkemuka dinegeri ini.. boleh dibilang kawah candradimukanya pemimpin bangsa.. katanya…

tiba-tiba sebuah teori ditemukan dalam lintasan perbincangan antara dadan dan taufik(seorang sahabat yg ngakunya bisa 5 bahasa). Teori buah apel. begitu namanya. sebenernya hanya mengambil kerangka dari bentuknya yang seperti bulatan dengan kurva berbentuk cinta. ini memang bukan teori tentang cinta karena hampir ga ada hubungannya tapi… tentang siklus hidup dan peradaban…

hampir sebuah orang tau bentuknya. bagian tengah biasanya mengerucut lebih mengecil dari sisi-sisinya. dan kadang kala digambar dalam bentuk kurva cinta dengan kuncup dibawahnya ditarik masuk kedalam kembali. setidaknya persis seperti kurva tersebutlah. cuma dengan modifikasi..nah…

hidup itu persis seperti itu. awalnya kita mengandaikan seperti putaran roda. tapi ini jadi seterngah roda karena terpotong di tengahnya.. yang bagian tengahnya meluncur ke bawah. dan bila ia telah kebawah ia akan kembali ke atas.

entah kenapa kok… makin banyak pembuktiannya PiK..(andai km baca ini) banyak temen2 gw berasal dari kalangan atas, lambat laun mereka menuju sebuah katarsis dan etape puncaknya.. lalu kemudian meluncur sejadinya ke bawah..dengan kecepatan teramat pesat. banyak temen2 yang awalnya dari kalangan bawah.. justru menanjak dengn setapak keatas mengais tangga demi tangga hidup mereka. dan sampailah mereka ke atas.. ga tau dimana.. yang pasti cukup atas untuk bisa dibilang menengahlah.

entahlah obrolan kita kayaknya kok jadi pengganti teori putaran roa ya pic.. klo putaran roda ga tau kecepatan mereka yang menukik kebawah karena putaran roda nasib hanya menjelaskan alur determinannya. belum ke penjelasan laju, teknik dan tangkai harapannya…

pic… entahlah.. kita dimana ya.. yang jelas bukan juga dari bawah… tapi jangan sampe juga kita dari atas.. hahahahaha… soalnya.. jelas arahnya menuju kemana….

sama persis dengan waktu gw ngambil sosiologi ekonomi … taipan2 yang ada dimuka bumi ini hanya berhasil bertahan pada generasi kedua dan selanjutnya yang ketiga punya kemungkinan trickle down ya…yang tragis malah nasib anak2nya rockefeler… hampir semua Koit cuma gara2 narkoba and kecelakaan. makanya sampe ada istilah rockefeler syndrome…

duh kangen banget masa2 kul.. bikin teori2 aneh ya pic… kapan bisa lanjutin teori lebih dahsyat dari teori big bang-nya stephen hawking pic…where are u???

02
Jul

percaya pada kepercayaan…

Jika kau bertanya sejauh mana cinta membuat bahagia… Saling mengisi ,..tanpa pernah mengekang diri.. Jadikan percaya yang utama… (Cinta Putih-Katon) Lagi-lagi percaya yang utama.. dan lagi-lagi percaya yang utama… Dan percayakah anda bahwa kepercayaan itu sendiri pada dasarnya tak bisa dipercaya.. Sebab terkadang iman sekalipun mampu menyesatkan..karena terkadang iman hanyalah proses penumpulan daya kritis manusia yang notabene anugrah sang pencipta… Percaya adalah bagian dari keimanan .orang yang percaya terkadang dipercaya sebagai orang yang beriman. Dan orang yang beriman tentu dipercaya orang yang percaya. Percaya adalah sama dengan keyakinan dan ketundukan pada suatu bentuk yang bisa bersifat manifestatif dan bisa pula keyakinan pada bentuk imanensial. Contohnya gini.. sebagaian mungkin percaya bahwa sesuatu itu bisa kita yakini sebagai bentuk yang”sudah seharusnya” dipercaya misalnya.. konsep tentang Tuhan. Sebagain orang beranggapan bahwa Tuhan yang maha Agung itu itu bisa dilihat.. digambar.. dilukis.atau diberikan sebuah kiasan yang dapat mendeskripsikan. Dan tentu saja sebagaian orang tersebut percaya bahwa konsep ketuhanan yang bisa dipercaya adalah yang bisa di manifestasikan. Ini tentu saja mengandung sebentuk paradoks yang saling berhadapan.. karena iman pada dasarnya bersifat imanensial.. namun pada sisi paling esensial justru kekaburan konsep terjadi bahwa Tuhan bisa merupakan mewujud. Ejowantah-meng-ejowantah pada sebentuk yang bersifat manifestatif. Tuhan.. percayalah bahwa, Engkau jelas merupakan yang maha berbeda dan tidak tersamakan dengan bentuk2 pengandaian dalam agama atau sekalipun bentuk kepercayaan apapun.. Tulisan ini mungkin sebentuk kritik atas kepercayaan dimana Keimanan. Hanya merupakan bentuk kepercayaan manifestatif. Jadi kita percaya kalau sesuatu itu benar. Jika itu benar2 ada dan nyata. Tapi pernah kah terpikir bahwa adanya kita sendiri berasal dari ketiadaan (Dunia Sophie-Jostein Gaardner) Jadi. Mana mungkin kebenaran didefinisikan secara sangat sederhana bila cakrawala keberadaan-existence scope kita hanya pada kebenaran yang ”nyata” Ada banyak sekali pengandaian yang justru di berikan oleh Sang Tiada (alias Tuhan) misalnya Fatamorgana. Percayakah bahwa orang-orang yang begitu kerongkongan haus itu nyatanya memang merasa pendaran cahaya nun disana adalah sekolam air. Padahal begitu didekati justru makin tidak nampak ada dan makin membuat kerongkongan kita kehausan. Jangan-jangan kebenaran merupakan skenario multi skenario. Dimana ketika kita merasa sudah benar.. dan ”nyaman” dengan kebenaran itu sendiri .. pada saat bersamaan kita sendiri tidak ada dalam kolam kebenaran yang kita anggap benar itu. Misalnya. Ketika kita memperjuangkan suatu keyakinan dengan menafikan keyakinan lain yang juga sama eksist dan malah berupaya menjadi oponen atas eksistensi itu.. maka bukan tidak mungkin kita mengalami defisit kebenaran. Karena kebenaran yang sejai-nya justru seharusnya merupakan sebuah alat bantu paling universal memahami.. uversalitas. Jadi percayalah bahwa kita seharusnya percaya bahwa kepercayaan yang kita anut, yakini.. harus merupakan sebuah kebenaran yang dialogis.. berkembang.. tahan cuaca.. dan tidak anti kritik.. karena yakinlah.. kebenaran yang sempurna adalah kebenaran yang seharusnya idak anti kritik.. sangat bisa dikritik, sangat bisa di dan di berikan keleluasan untuk saling menjawab. Taruhannya tentu… Kepercayaan anda.. percaya??

01
Jul

jangan menyesal

Jangan pernah menyesali…

Jangan pernah menyesali apa yang kita pernah lalui dalam hidup..

Baik itu.. kegagalan, pencapaian, kehancuran, putus hubungan, disconnection, disharmoni, berlawanan,..

Karena toh pada akhirnya kita memang sampai kesana juga..

Orang mungkin boleh takut gagal.. tapi apa juga arti kegagalan…. Apa kalau kita bisa antisipasi kita terus menerus bisa lepas dari kegagalan..

Ada

yang bilang.. dia mungkin sebuah keberhasilan yang hanya saja meski tertunda.. atau juga disconnection.. mungkin itu juga pertanda kita memang harus sampai pada koneksi baru…

Atau terbarukan dan diperbarui…

Kisah hidup kita memang unik.. tapi seperti juga kata keiya setelah membaca buku Celestine prophecy.. bahwa.. bahwa “yang terjadi memang adalah yang harus terjadi”…

Tanpa perlu dan bisa ditawar..

Bisa di cegah.. tapi bilanya harus terjadi.. yah terjadilah

Sebab.. manusia hidup dalam latar bernama takdir..

Terjadilah maka terjadilah.. begitu juga dengan sabda Tuhan…

Karena kejadian adalah keluasan dari keberadaan dari Sang Maha Ada itu..

Dan setepatnya ia mendefinisikan keadaan yang segala maha ada.. itu

Baik kehidupan, kematian, kelahiran, keguguran, kedatangan juga berada didekat kepergian…

Ada

2 pandangan tentang takdir.. yakni mereka yang percaya bahwa kalau hidup kita bila sudah dikehendaki di kiri maka akan berada dikiri jalan.. sedangkan jika Sang maha kehendak menghendaki kita di kanan maka dikanan jalanlah kita….jadi tekanannya pada subyektifitas sang Maha Kehendak…

Sedangkan pandangan satu lagi… bahwa takdirpun bisa merupakan obyektifitas sang Maha Kehendak.. bahwa manusia merupakan lahan free will dari kehendak subyektif sang Maha Kehendak sendiri.. tinggal manusia mampu melihat takdir sebagai apa…

Kita selalu berpikir kalau ditimpa sebuah perkara pasti.. kita akan bilang .. “yah ini sudah takdir hatus kita terima”

Ga ada yang salah.. karena memang dihadapan sang Takdir kita memang bukan penguasa..

Orang bijak bilang.. jangan melawan takdir. Tapi berlakulah yang terbaik.. dari hidup..

Sebab takdir adalah juga obyektif immutable…

Kalaupun kita gagal.. tidak beruntung, miskin, menderita, sengsara atau sekalipun kita mati.. ataupun sekalipun kita masuk neraka.. yang penting kita melakukan yang terbaik yang kita bisa pahami tentang kehidupan ini…

Ah.. rasanya kita tidak mungkin masuk neraka… kalau kita berbuat baik.. dan berpegang teguh pada logika semesta.. logika-logika universal.. tentang keikhlasan, keadilan, kebajikan yang kesemuanya bernilai universal..baik tentang Tuhan, tentang, hidup, tentang, perjalanan dan kematian…

Toh.. kita sendiri tidak tahu kita ini siapa dan apa???

jangan menyesali apapun yang dikaruniakan sang Takdir pada kita.. karena pada kenyataannya kita hanyalah seongok placenta yang di titipkan sejumput energi.. untuk bisa merasakan.. mencintai, . berpikir..

berjalan.. menghirup nafas.. bernafsu.. berhasrat,.. bertingkah…

toh kita ini sebenarnya… hanya sebuah titik kecil dilingkaran semesta…

bukan begitu…???

lakukan yang terbaik.. yang kita bisa… jangan menangis.. dan bila mana harus menangis… menangislah…

dan bila mana harus tertawa.. tertawalah.. mendengkilah.. marahlah..

mencintailah.. tapi satu hal.. jangan menyesali…

dan sekalipun memang harus menyesali.. maka menyesali lah.. paradoks sekali..memang.

10
Jun

Surat kepadamu Sahabatku : Tuhan

hai.. Tuhan kukira kau disana baik-baik saja….

bukan begitu Tuhan? karena aku tahu betul kemampuan loe laah..

makanya.. tentu kata pembuka dari surat ini sebenarnya cukup dengan kata hai..

karena kalau aku mulai dengan "apa kabar?" rasanya jelas-jelas aku tahu betul kau pasti baik-baik saja selalu.. ya kan??? hehehee

oh ya.. gw disini baik-baik aja.. meski kadang gw rada ruwet juga ama persoaln hidup yg elo bikin.. tapi.. gw tau kadang elo juga pengen intervensi untuk bantu gw.. tapi.. ya.. thanx deh sebelumnya… ga usah repot-repot.. han

Tuhan..entahlah.. belakangan kok ingat ma loe ya han…

oh ya.. gmana kabar adik gw disana.. di rumah loe.. baik-baik aja kan…

meski gw tau adam banyak kesalahan.. tapi gw juga kayaknya yakin deh.. loe pasti kasih tempat yang layak di rumah loe… gw juga tau baik disana maupun disini emang property elo juga sih… alias rumah loe.. emang ada dimana-mana karena gw tau elo omni present… maha dimana-mana-maha ada… soo.. tapi paling ga rumah yang satu dengan rumah loe disini tentu aja beda.. ya…

han..elo pasti dah tau juga kali ya.. kalo gw kangen banget.. sama Adek gw itu ya han..ditengah hari-hari yang semakin menyadar bahwa perlu betul mengingat arti dan hakikat dari pemberian besar dari loe bnerupa kehidupan ini.. gw bener-bener p[engen banget kembali.. kesebuah ruang waktu.. ketika dirumah loe yang namanya kehidupan fana disemesta ini gw masih bisa bermain dan bercengkerama dengan adek gw adam… eh bandel ga dia disana… klo ya.. kasih aja wanti-wanti ya han…

coz.. han he is my brother yag punya perasaan helpful aja sama banyak orang… dan sesama loh han.. jadi loe mesti jangan lupa.. dia paling suka banget bantu orang meskipun dia harus menanggung malu dan kesusahan.. loe sendiri juga tau kan… malam ketika suara takbir menyebut nama loe.. dia justru masih mau bekerja keras…duh.. sampe cat dirumah belom akan tergantikan loh han..

soalnya itukan hasil kerja dia.. sebelum loe panggil ke rumah loe disana…

han.. gw kangen.. banget ma adek gw…just give my selular number to him…

siapa tau adek gw itu pengen telp or meskipun cuma melalui mimp[i gw.. plzzz…kasih nomer gw ke dia ya.. nomernya loe tau kan meski ga usah gw bilang…..

han….mungkin nada gw terlalu banyak meminta kali ya…tolong jaga dia baik2 ya..ya gw juga tau mungkin ga pantes minta seperti ini.. tapi… rasa kangen ini memang ga bisa dibendung.. banget.. suruh dia call gw.. salurannya pake mimpi juga ga papa.. sambungan langsung jarak maya.. aja ga papa kok…

Han..sekian dulu ya…

Oh ya.. nama loe masih Tuhan kan??? ga pernah ganti2 kan???

soalnya.. katanya 2000 tahun yang lalu banyak orang yang bilang loe dah ganti nama…..yang bener yg mana nih.. loe kan pemilik segala sesuatu.. kok pake ganti nama segala.. sih.. apa nama loe kurang keren..??? oke deh…

see u.. next time

16
May

Hari pertama masuk ke dua Blogger

Hari ini adalah hari pertama masuk ke dunia blogger…

udah kenal banyak hal dari blogs..

bahkan sempet "berkawan" dengan Sha.. Tokoh…paling Heboh terBlogger..

entah mungkin emang musti hari ini kali..

toh segala sesuatu memang harus terjadi.. tanpa segala sesuatu terjadi tentu.. tidak ada "ada" itu sendiri..

oke ini hari pertama masuk ke dunia bloger..

mau dibilang kampungan… bodo..

mau dibilang bodo… ah kampungan amat yg bilang bodo.. hehehe

oke… sekian dulu

ordinary man